Adalah 2 tipe orang yang sama-sama sibuk dengan urusannya yang berkenaan dengan hal-hal keagamaan. Yang pertama sibuk beribadah shalat, puasa, zikir, siang malam hampir tak ada waktu yang tersia-sia. Sementara yang seorang lagi itu beribadah shalat, puasa dan zikirnya pas-pasan saja. Sebagian waktunya dipergunakan untuk bersilaturrahmi dengan tetangga dan sahabatnya. Kadangkala perbincangannya diselingi guyon tapi guyonnya terarah. Persahabatan dan guyonannya seringkali mengarah untuk mengajak orang lain untuk selalu ingat Allah dan mengajak orang lain untuk selalu taat.
Untuk kasus orang yang pertama, iblis biasa-biasa saja dan kalau boleh dikatakan bahwa iblis ketawa acuh. Tapi untuk orang yang kedua, iblis mengerahkan bala tentaranya untuk menggoda dan mempengaruhi arah dan langkahnya. Orang yang kedua ini seakan telah menabuh gendang perang terhadap bala tentara iblis. Orang kedua ini dianggap mengganggu stabilitas hankam (pertahanan dan keamanan) tugas iblis dan menurunkan pamornya. Orang shaleh yang pertama tadi tidak pernah menularkan keshalehahnya tadi kepada orang lain di sekitarnya. Sementara orang yang kedua bagai pemain MLM (Multi Level Marketing) yang telah mensponsori berbagai level tetangga dan sahabatnya untuk kembali dan mengingat Allah. Maka oleh karena itu tugas dan bisnis iblis untuk membuat sebanyak mungkin manusia yang tersesat itu, mengalami distorsi dan gangguan yang lumayan.
Untuk kasus orang yang pertama, iblis biasa-biasa saja dan kalau boleh dikatakan bahwa iblis ketawa acuh. Tapi untuk orang yang kedua, iblis mengerahkan bala tentaranya untuk menggoda dan mempengaruhi arah dan langkahnya. Orang yang kedua ini seakan telah menabuh gendang perang terhadap bala tentara iblis. Orang kedua ini dianggap mengganggu stabilitas hankam (pertahanan dan keamanan) tugas iblis dan menurunkan pamornya. Orang shaleh yang pertama tadi tidak pernah menularkan keshalehahnya tadi kepada orang lain di sekitarnya. Sementara orang yang kedua bagai pemain MLM (Multi Level Marketing) yang telah mensponsori berbagai level tetangga dan sahabatnya untuk kembali dan mengingat Allah. Maka oleh karena itu tugas dan bisnis iblis untuk membuat sebanyak mungkin manusia yang tersesat itu, mengalami distorsi dan gangguan yang lumayan.



0 comments:
Post a Comment