Thursday, July 29, 2010

DO'A SUNAT DHUHAKU TERKABUL

Sebagai seorang manusia yang jahil, aku pernah mencoba memperhatikan proses terkabulnya sebuah do'a. Kali ini aku menemukan bukti dari do'aku yang sering kulantunkan setelah beberapa bulan aku melakukannya hampir setiap hari. Do'a yang kumaksudkan adalah do'a yang biasanya kita mohonkan setelah selesai mengerjakan shalat sunat dhuha.

Setelah dengan izin dan karunia Allah, aku sanggup mengamalkan sunat dhuha hampir setiap hari yang sudah berlangsung hampir setengah tahun ini. Pada sekitar bulan ke-3 aku dinampakkan Allah tentang terkabulnya salah satu permintaan yang ada pada kalimat do'a dhuha itu.

Ceritanya seperti ini :

Sudah beberapa tahun ini aku menjalankan usaha distribusi saldo pulsa elektrik. Selama itu pula aku belum pernah menemukan kerugian dalam usaha ini. Kemudian disela-sela usaha mencari nafkah setiap hari, dalam 3 bulan terakhir dengan izin dan karunia Allah aku membarenginya dengan hampir setiap hari shalat sunat dhuha lengkap dengan do'anya.
Mendadak pada sekitar bulan ke-3 aku mengamalkannya, sebuah kerugian yang bagiku cukup besar menimpa usahaku. Aku tertipu sejumlah uang yang kalau dikalkulasikan menyerap 1/5 dari putaran modal yang bergulir dalam usaha tersebut.
Sebagai manusia yang sangat kurang iman dan pengetahuan agamanya, hatiku sempat mengeluhkan keadaan ini. Aku memohon rezeki kok malah yang datang pengurangan rezeki, begitu bisikan-bisikan yang muncul dalam hati. Allah menjawabnya seperti ini, tiba-tiba datang kerumahku seorang teman yang minta tolong diajari sunat dhuha beserta do'a setelahnya. Dengan setengah acuh, kuambilkan lembaran kertas teks do'a untuk kuberikan karena toh aku sudah hapal diluar kepala.
Tidak berapa lama, dia bergumam :"wah.. disini ada do'a yang artinya : ..dan terhadap rizqiku yang haram maka sucikanlah... gimana ya..? selama ini mungkin banyak penghasilanku yang kuperoleh dengan cara yang sepertinya haram" dst...dst dia ngomong terus. Selama temanku nyerocos, telingaku hampir tidak mendengarkan lagi karena otakku sedang menemukan korelasi atau hubungan antara potongan do'a : ...dan terhadap rizqiku yang haram maka sucikanlah... dengan kejadian usahaku yang merugi mendadak tersebut.
Berarti harusnya aku berterimakasih kepada Allah karena sudah sebagian kecil dari rezeki yang kuterima dengan cara haram semenjak aku mampu mencari nafkah sendiri selama puluhan tahun, dibersihkan-Nya dengan cara cicilan. Andaikata Allah membersihkan rezekiku yang haram selama puluhan tahun itu dengan kontan (bukan dengan cara cicilan), tentu saja semua modalku dalam usaha yang sedang kulakukan ini jelas habis dan itu belum cukup untuk proses pembersihan yang dilakukan Allah.
Setelah menyadari itu, akupun mulai berdiskusi dengan temanku yang datang. Kami membicarakan tentang ada seorang teman kami yang kabarnya sudah melazimkan sunat dhuha hampir setahun tetapi mendadak tertipu sekitar 100 juta. Aku juga teringat tetanggaku yang mengaku baru mengerjakan sunat dhuha 2 bulan mendadak harus kehilangan uang hampir 10 jt. Setelah tamuku berlalu, maka hatikupun sudah plong dan ada sedikit perasaan berbunga-bunga karena sudah merasa "disentuh" oleh Allah. Pikirku lagi, untung sebagian hartaku yang haram sudah dibersihkan oleh Allah ? Bagaimana kalau seandainya Allah membersihkannya di akhirat kelak ? Aku bergidik, andaikata Allah membersihkan hartaku itu di akhirat nanti... tentu kesakitan dan kengerian yang kualami akan puluhan kali beratnya.

0 comments:

Post a Comment